Buscar

Little Author

Many words can describe how I full of poor

Pertama-tama gue mau ngucapin Selamat Tahun baru 2014:) semoga berkah berlimpah di tahun ini. Amin. Jadi udah berapa tahun gue gak ngeblog? Pertanyaannya udah ngapain aja selama gue gak ngeblog? Mungkin kalau dilihat lihat, blog gue isinya gak jelas semua. Hampir hanya mengenai puisi sok dramatis gue yang gue ciptain sendiri disaat gue lagi galau. Tapi yang jelas, gue nulis semua itu karena gue suka kata kata indah yang dirangkai ke dalam bentuk naskah. Dan tema kali ini adalah "Many words can describe how I full of poor" kenapa gue ambil kata poor, karena udah gak dipungkiri semua orang memiliki kekurangan. Ya banyak kata-kata klasik mengenai "Semua orang gak sempurna, yang sempurna hanya milik Tuhan" bagi gue ada benernya juga kata kata itu. Karena bagi gue kita bukanlah yang sempurna tapi bagi gue, kitalah pelengkap bagi kesempurnaan. Dan kenapa gue milih tema ini, karena gue mau cerita suatu hal, oke cerita mengenai temen gue. Dia pernah cerita mengenai dirinya yang selalu diolok-olok oleh temannya. Banyak dari mereka karena dari sifat jeleknya yang bikin orang muntah mau deket deket sama dia. Salah satunya karena dia tipikel orang paling manja sedunia. Entah ini karena sifat dasar dia yang gak pernah puas atau emang kurang bersyukur. Tapi dia pernah bilang ke gue "Gue begini karena gue gak tau lagi dengan cara apa gue bisa bikin orang sebel plus sayang sama gue nay, gue cuma mau orang orang itu sadar ada gue disini yang secara logis mereka gak suka tapi disisi lain mereka sayang karena gue yang mereka benci" dan gue sekali lagi hanya mendengarkan "Gue akui gue emang kekanak-kanakan, gue manja, banyak yang bilang gue gak bisa jadi dewasa, terlebih banyak yang gak suka cara gue buat nyenengin mereka semua, dengan ya itu mungkin banyak maunya. Tapi disatu sisi gue menghitung kadar mereka memberi ke gue, dengan cara gue akan memberikan mereka yang terbaik sebisa gue, walaupun bagi mereka emang lebay, dan walaupun bagi mereka gue perhitungan. Tapi dasarnya, setiap orang bebas menjadi diri sendiri kan? Tapi kenapa mereka nyuruh gue berubah dengan bukan jadi diri sendiri? Waktu gue tanya terus gue harus jadi siapa buat ngerubah hal itu semua. Mereka malah balik jawab jadi diri sendiri aja. Terkadang gue bingung seharusnya kita harus bagaimana di hidup ini, nyenengin orang dengan cara gue atau diam seribu bahasa yang berubah jadi bukan diri gue sendiri" Yap, itulah ulasan panjang dia yang diutarakan sama gue. Yang paling ngena adalah ini "Gue tau gue nyebelin, tapi gue harap mereka ngerti gak selamanya mereka bisa ngomong harus gue yang berubah tanpa mereka ngajarin gue buat belajar arti dari perubahan. Karena yang bisa ngubah diri sendiri adalah waktu dan diri sendiri. Kalau kita rasa kita perlu buat berubah dengan sadar akan kebutuhan kita, otomatis ada alarm yang bisa bikin kita berubah dengan sendirinya, kalau untuk orang lain, gue yakin perubahan itu gak akan tahan lama" lalu dengan muka lebaynya dia berbalik arah dan tersenyum pergi dari hadapan gue. Kesimpulannya adalah, kita emang kurang, banyak banget hal yang emang itu adalah diri kita sendiri tapi yang terpenting jangan hanya melihat sebuah kekurangan sebagai hal yang mengerikan, malah dari kekurangan itu kita berlajar untuk lebih berusaha dalam hidup. Bagi gue itu semua sifat, sifat yang dikasih Tuhan buat dijaga dan diubah hanya untuk tidak merugikan orang lain. Sifat yang sangat susah diubah karena itu adalah bagian dari ciri khas kita sendiri. Ciri untuk kita lebih diingat. Itulah ada kata penerimaan dari semua itu. Kalau kita gak terima, silahkan pergi dan anggap aja gak kenal. Karena hidup kita nanti sewaktu gak ada, itu tergantung dari banyaknya orang yang mengingat kita. Dan terlebih, disamping kekurangan masih banyak yang bisa dilihat kan? Contohnya kebaikan yang sudah kita buat. Jangan cuma gara gara kekurangan, kita jadi lupa akan banyaknya kebaikan yang kita perbuat. See you on my next essay.