Buscar

Little Author

Sebuah awal yang baru (lagi)

Ketika kita kehilangan tapi tidak memiliki
Aku menyimpan semua rasa
Menyimpannya dengan rapi dan tersusun
Lalu dengan cepatnya
Semua terkikis dan terlupakan
Diam membisu seperti patung
Atau banyak bicara namun omong kosong
Aku..
Mencintaimu dengan sangat berani
Kamu..
Mengacuhkanku dengan sangan angkuh
Kita berbeda
Aku mampu melihat dan mendengar
Namun aku hanya membisu dan tak bergerak
Aku hanya memperhatikan dan tersenyum
Namun hatiku beku tak mencair
Aku melihat..
Bola matamu yang bagai berlian dimatamu
Aku mendengar..
Suara merdumu bagaikan burung yang berkicau
Aku memperhatikan..
Semua gerak gerikmu yang sangat indah dimataku
Dan kemudian aku tersenyum
Pada saat kamu tertawa lepas bahagia bersama duniamu
Semua terekam
Semua teringat
Jelas dan nyata didalam semua memoriku
Bahkan aku berharap ini hanya mimpi
Mimpi indah saat aku merasakan
Sebuah tamparan hangat menampar pipiku
Dan aku menamainya
Cinta..

Disudut bola matamu

Mata itu...berpijar cerah layaknya lampu yang bersinar. Kutatap sinar itu bak melihat sebuah berlian. Diam-diam diriku terpana oleh cahaya yang terpampar dimata itu. Sudut bola mata yang tak bisa kuceritakan lagi bagaimana indahnya. Aku kaget ketika mata itu menyorot balik mataku. Rasanya hatiku luruh seketika oleh tatapanmu yang begitu menusuk itu. Mata itu..disudut bola matamu itu..tersimpan sebuah misteri yang menginginkanku untuk mencari. Hari demi hari kulalui dengan masih menyorot mata itu. Diam-diam kubersembunyi hanya untuk melihat mata itu..disudut bola matamu itu. Aku terpana akan semua hal yang kamu pancarkan. Tatapan letih yang tak pernah kamu sorotkan. Tatapan senang bercampur pilu selalu mampu kamu sembunyikan. Aku terjaga terus melihat matamu itu. Mata yang diam-diam menarikku untuk tetap menjagamu..didasar relung hatiku.