Kau sebut jam berapa sekarang?
Kau anggap apa jam 22.49 itu?
Mimpi buruk? Ya memang benar itu mimpi buruk
Kenapa sih? Kenapa?
Kenapa sekarang tak seindah dulu?
Kenapa harus ada perubahan?
Kenapa aku masih tetap sama tapi kamu yang beda?
Kenapa?
Harapan? Untuk sebuah harapan?
Harapan apa?
Cuma berharap kamu jadi layaknya dirimu yang aku kenal?
Cuma berharap kita bisa tetap sama walaupun perubahan itu ada?
Kamu ganggu aku pun, aku senang
Kamu marahi aku pun, aku masih bisa tersenyum
Kamu benci aku pun, aku selalu tetap cinta
Lalu dimana yang salah?
Lalu siapa yang salah?
Lalu apa yang salah?
Kamu!
Berjuta orang ingin kenal kamu
Kamu!
Berjuta orang inginkan kamu
Lalu aku?
Pernah kamu lihat aku dipuja orang?
Pernah kamu lihat aku diinginkan orang?
Aku yang hanya ingin kamu memujaku layaknya aku memujamu
Aku yang hanya ingin kamu menginginkan aku
Karena apa?
Cinta? Itu cinta?
Bagiku kamu adalah pangeran
Bagimu aku adalah upik abu
Upik abu yang tak akan pernah jadi cinderella
Upik abu yang tak akan pernah jadi ratu
Lalu untuk apa aku mengais sebuah harapan?
Berharap ada peri kecil yang akan mengubah hidupku?
Lalu untuk siapa aku berharap?
Tak perlu cintamu
Tak perlu nyawamu
Hanya inginkan kamu!
Kamu yang selama ini tak pernah terganti
Kamu yang masih jadi harapanku
Aku? Upik abu yang akan selalu jadi abu
Aku? Upik abu yang akan selalu jadi warna abu
Abu-kelabu
Tanpa warna
Tanpa cahaya
Warna itu telah hilang
Warna itu telah mati
Tak ada lagi yang menghiasi
Tak ada lagi yang mewarnai
Pelukis tampan itu sudah hilang
Ya.....
Dia hilang
Dia pergi
Tapi aku?
Karyanya yang tak akan pernah mati!


0 komentar:
Posting Komentar