Malam menyapa...
Pukul berapa sekarang? kataku dalam hati. Malam itu tepat hari ke 120 dimana kamu mulai tidak ada di duniaku, Ah sudahlah , semua itu membuatku mual memikirkannya. Malam itu pukul sepuluh dan aku belum bisa terlelap juga. Balik sana balik sini sudah kulakukan tapi hasilnya nihil. Kau tau kenapa? Ketika aku memejamkan mataku, sosok itu hadir. Sosok yang tengah berdiri menatap ku dengan senyum tampannya. Ya, kamu itu jahat. Sudah meninggalkanku tapi masih berani hadir di mimpiku. Dulu aku memang senang ketika ingin tidur. Namun tidak kali ini, rasanya aku ingin sekali tidur tanpa bermimpi. Oh bukan, aku ingin tidur dengan mimpi yang bukan kamu tokoh utamanya. Entahlah aku bingung, bagaimana kamu masih bisa masuk dengan sembrono ke dalam mimpiku. Padahal jujur saja, aku pun sudah tak ingat kenangan bersama kamu tempo dulu. Tapi mungkin mimpi itu belum siap kehilangan aktor utamanya. Ibarat film, mimpi ini terus memainkan lakonmu dengan apik. Tanpa cacat sekalipun, kau tetap tampan dalam mimpiku. Tapi tidak malam ini.
Waktu itu pukul dua belas. Seperti biasa aku tetap tidak bisa tidur kalau jam belum menunjukan pukul 2 pagi. Shubuh. Aku bangun dan seketika aku ingat. Tadi aku tidak bermimpi apapun. Oke aku heran. Heran karena kok bisa aku tertidur tanpa memimpikanmu? Entahlah aku harus mengucapkan selamat atau belasungkawa. Tapi tepatnya semua itu terasa aneh. Selama ini aku memang sudah terbiasa membiarkanmu hadir dalam mimpiku, atau mungkin dalam khayalanku sampai aku benar-benar terlelap. Bahkan kadang ketika aku sudah capek pun bayangmu dengan senang hati muncul untuk memberikan senyum yang entah apa namanya sangat kukagumi. Senyum yang mampu membuatku teduh. Tapi tahu tidak? Malam kesekian kalinya aku bingung kenapa kau tidak hadir adalah... wajahmu disitu... memudar.. Atau mungkin sudah tidak tampak seperti kamu, walaupun tetap kamu yang jadi tokoh utamanya. Wajahmu pelan-pelan kabur... Aku harus senang atau sedih? Jawabannya aku benar-benar tidak tahu. Aku tak mau memohon banyak. Tapi yang jelas, suatu hari mimpi itu pasti akan berubah. Layaknya hidupku yang berubah sesaat kau pergi. Mimpi itu kelak akan berubah, tapi entah kapan. Aku pun ketika tertidur...
"tak tahu menginginkan tokoh utama lain atau tidak, tapi pasti ada kamu yang hadir dalam mimpiku"


0 komentar:
Posting Komentar