- Jika kenangan indah menumpuk bagaikan salju, apa masa lalu akan hilang?
-Ingin melupakan adalah bukti dia masih menyimpannya. Kalau tak dibenci, aku juga tak bisa berpisah darimu.
-Itulah yang tak kumengerti. Kamu suka tapi menderita dan tetap tak menyerah. Apa harus tetap mencintai walau menderita?
-Aroma cinta lembut dan manis tapi cinta sebenernya begitu pahit. Sama seperti esems vanilla yang wanginya manis kupikir rasanya juga manis tapi ternyata rasanya sangat pahit.
-Kenapa aku sedih dan menderita? Padahal aku tak menginginkannya. Aku masih tak mengerti aoa gunanya cinta yang menderita.
Oke. ini memang bukan sebuah ungkapan hati atau apalah itu namanya. Dua minggu lalu, aku mampir ke gudang buku yang selama hampir 2 tahun tak pernah ku kunjungi. Bagaikan melihat mantan yang balik ke hidupmu lagi kan? :p rasanya sudah sangat lama. Disana aku meminjam sebuah komik yang berjudul
"Little devil care"
Kenapa aku mempostingnya. karena walaupun ini komik yang dewasa tapi aku bisa melihat cerita cinta yang campur aduk. Ya komik ini bercerita tentang seorang perempuan yang mengejar cinta sang pria sampai pada akhirnya mereka saling mencintai. Perjuangan yang tak mudah membuat si pria akhirnya mencintai sang wanita sangat dalam. Tapi tahu tidak? Banyak tantangan yang mesti mereka capai lagi sebelum pada tahap lebih serius. Begitu pula dengan perpisahan. Komik ini di akhir ceritanya ada sebuah cerita pendek mengenai sebuah perpisahan. Quotesnya yang dia atas itu. Mencintai dengan pahit. Menurutku bukan cintanya. Melainkan orangnya. Orang yang salah itulah yang membuat cinta sangat pahit. Layaknya kopi. Ya, meminum kopi pun sama halnya menikmati cinta. Jika kita tak menyukai kopi yang benar atau meminum kopi dengan takaran yang bukan kita otomatis rasanya akan sangat tidak enak dan pahit.
Begitupula cinta.
Jika kita mencintai orang yang salah dengan memaksakan diri untuk tetap bertahan walaupun sudah berkalikali disakiti, apa iya itu yang namanya cinta yang manis?
Seberubahnya manusia untuk mencintai pasangannya pasti rasanya akan sangat beda kalau itu bukan rasa mereka.
Oke, katakata ini memang membingungkan. Tapi coba pikir.
Jika...
Pasanganmu, mau berubah dengan adanya kepaksaan dari diri mereka dan "akan tetap" berubah demi kamu. Coba bayangkan rasanya? Jahat! Ya jahat. Ibaratnya kamu mencoba merubah jiwa atau rasa pasanganmu sendiri demi rasa yang kamu inginkan. Itu kejam kawan!
Sebuah rasa memang bermacam kan? Karena perbedaan itu indah.
Yang benar adalah memadukannya.
Menciptakan rasa baru untuk memanipulasi rasa yang tak enak.
Lihat saja kue atau masakan.
Kalau keasinan? kamu bisa menambahkan gula sedikit agar netral kembali.
Kalau kepedesan? kamu bisa menambahkan kecap untuk memberi rasa manis didalamnya.
Kalau gak ada rasa? ya beri aja gula atau garam.
Gampang kan?
Susahnya adalah menciptakan rasa yang baru itu lebih istimewa dari rasa lama.
Nah... begitu juga dengan cinta
Bukan berarti perubahan yang baik demi pasangan itu jahat.
Namun, apa dampaknya kalau sudah putus?
Tetap akan kembali ke sifat awal kan?
Karena kalian sudah tak bersama?
Renungkan deh.
Sebuah cinta tak mengajarkan perubahan karena kita tak suka sifat pasangan kita
Tapi menerima apapun sifat pasangan kita.
Asalkan... pasanganmu itu memang ingin berubah demi dirinya sendiri.
Yaa. Demi dirinya sendiri
Karena dia tau dia salah
Dia tau dia telah menyakiti diri dan orang lain
Jadi.. selamat menikmati semua rasa yang diberikan cinta yaaa









0 komentar:
Posting Komentar