Kuucapkan selamat
Kuturut bahagia karenamu
Walaupun, jujur saja
Ketika melihat hal itu
Kamu tau apa yang aku rasakan?
Sesak itu muncul kembali
Air mata itu masih bisa mengalir
Entah mauku apa
Entah sampai kapan
Dan entah mengapa
Sesak itu muncul bagakan larva panas yang muncul ke permukaan
Memikirkannya saja aku diam
Merasakannya saja aku tahan
Dan ketika semua itu meledak
Tangisku pecah
Lalu aku ini kenapa?
Apakah aku masih sayang?
Apakah aku belum rela?
Aku tak mungkin membenci kamu
Aku tak mau membuat kamu sedih
Lalu apa yang harus aku lakukan?
Mengubur dalam-dalam?
Harta karun pun telah lama terkubur bisa muncul lagi dengan adanya peta
Dan bagiku peta itu adalah sebuah kenangan
Kalaupun sesak itu hilang
Mengapa aku masih bisa menangis?
Aku tak ingin bermimpi lagi
Aku tak mau berharap lagi
Kalau semua itu hanya akan mengalirkan air mataku lagi


0 komentar:
Posting Komentar