Aku jatuh tersungkur di gelapnya malam
Aku terjerembab di lubang hitam yang dalam
Tanpa penolong...
Kuberusaha bangkit
Tanpa seseorang...
Kuberusaha berdiri
Pekat kelam kurasakan sendiri
Hitam gelap kunikmati sendiri
Walaupun kusadari...
Ada sepasang mata yang memperhatikan
Ada sesosok yang berdiri disekitarku
Tetapi aku tetap merasa sunyi
Luka itu menyembul layaknya cacing yang keluar dari tanah
Luka itu melebar layaknya api yang berkobar
Luka lama itu...
Ya!
Luka yang sangat perih dan parah
Bodohnya...
Aku jatuh di tempat yang sama
Aku jatuh di dasar lubang yang sama
Dan bukannya mempunyai luka baru
Aku malah mendapati luka lamaku terbuka
Luka yang selama 3 bulan kuobati dengan susah payah
Luka yang kini terbuka lagi dan ini jauh lebih sakit
Luka itu bernanah
Luka itu mengalirkan darah yang jauh lebih banyak
Luka itu lembek seakan ingin diamputasi
Tahu tidak?
Aku menikmati itu semua masih dengan tawa
Aku melihat itu semua masih dengan senyuman
Dan ya...
Aku lebih mampu mengobati luka itu sekarang
Bahkan aku tidak panik seperti pertama kali aku mendapatkannya
Tapi aku takut akan satu hal
Aku takut luka itu tidak dapat sembuh secara sempurna
Luka itu terlalu besar
Luka itu terlalu dalam
Dan pasti luka itu akan membekas bersamaku selamanya...


0 komentar:
Posting Komentar