Malam itu dingin
Malam itu gelap
Dan hanya aku yang mampu merasakan hampanya hatiku
Lewat remang, kubelajar.....
Nyala dan mati sinarnya menerangi
Bagaikan kebahagiaan dan kesedihan yang bergantian masuk ke dalam hidupku
Bagaikan sebuah senyum dan tangis yang menerangi hariku
Lewat remang, kubelajar......
Belajar untuk bertahan disaat gelap itu melanda
Belajar untuk memanfaatkan disaat cahaya itu datang
Tak harus mengganti cahaya remang itu
Tetapi harus berusaha memanfaatkan cahaya remang itu dengan baik
Lewat remang, kubelajar...
Belajar menerima disaat gelap itu melanda
Belajar bersyukur disaat cahaya itu melanda
Dan pada saat cahaya itu matu total
Datanglah seekor kunang-kunang
Kunang-kunang yang sangat indah
Kunang-kunang yang sangat cantik
Dan yang paling penting
Kunang-kunang itu membawa sebuah cahaya baru
Cahaya yang dapat menggantikan cahaya remang itu
Lewat kunang-kunang, kubelajar.....
Sinar kecilnya membuatku sadar
Sekecil apapun sinar itu, sinar itulah yang menemaniku
Sekecil apapin sinar itu, sinar itulah harapan baruku
Lewat kunang-kunang, kubelajar..
Disaat aku mengharapkan sebuah cahaya yang lama
Selalu ada cahaya baru yang akan menggantikannya
Tapi bagaimana bila kunang-kunang itu tak datang?
Tidak!
Kunang-kunang itu akan datang!
Cahaya baru itu akan datang!
Kapan?
Tak ada yang mengetahuinya, bukan?
Lewat kunang-kunang, kubelajar....
Sekecil apapun kunang-kunang, dia masih paling terang
Aku ingin menjadi kunang-kunang....
Sekecil apapun aku, cahayaku yang harus paling terang
Cahaya itu adalah...
Hatiku...
Perasaanku...
Senyumku....
Bangkitku....
Coba bayngkan bila semua itu digabungkan?
Aku yakin...
Cahaya itu jauh lebih terang dari cahaya manapun
Cahaya ya yang jauh lebih hangat dan indah
Lewat remang dan kunang-kunang, kubelajar....
Kamulah remang itu...
Dan orang lain lah kunang-kunang itu...
Kamu....
Cahaya yang kedap-kedip yang membuatku takut
Kamu....
Nyala dan mati terus menerus
Remang itu, entah sampai kapan cahaya itu bertahan
Dan.
Orang lain lah kunang-kunang itu...
Orang lain...
Cahaya baru yang akan menerangiku
Orang lain...
Cahaya baru yang akan menemaniku
Kunang-kunang itu entah sampai kapan dia bersamaku
Tapi pertanyaannya adalah
Dimana kunang-kunang itu?
Kemana kunang-kunang itu?
Aku takut.
Jikalau remang itu mati, tak ada yang menerangiku
Aku tak mungkin mencari cahaya itu
Mencari kunang-kunang itu
Dan tak mungkin pula kunang-kunang itu mencariku
Waktu lah...
Yang akan menjawab semuanya
Waktulah.....
Yang akan menjawab kapan remang itu mati
Dan kapan kunang-kunang itu datang
Sekali lagi aku hanya berusaha
Berusaha untuk tak takut diantara remang itu
Dan berusaha untuk yakin kalau kunang-kunang itu akan datang
Lewat remang dan kunang-kunang
Aku berusaha menemukan titik sebuah cahaya
Cahaya yang akan menerangi hari-hariku


0 komentar:
Posting Komentar