Buscar

Little Author

Aku melihatmu bahagia

Kala itu...
"Hai, apa kabar"
Tanyaku padamu yang terkesan kikuk
Kamu mendelik melihatku dengan heran
"Sudah lama bukan?"
Tanyaku lagi...
"Semenjak kamu..."
Suaraku terhenti kala aku menyadari itu hal yang paling bodoh
Namun kamu dengan acuhnya menjawab..
"Ya, aku baik..."
Hening beberapa saat
"Maaf, aku tak mengerti. Aku lupa, sudah sangat lama sampai aku benar-benar lupa."
Jelas..
Sangat terlihat kalau kamu baik-baik saja
Aku terdiam mendengar perkataanmu itu
Senyum tipis itu..
Aku melihat dengan jelas kamu bahagia
Dan semua itu kamu lakukan ...
Tanpa aku!
Kamu pergi dengan langkah tegas
Seperti luka yang kau tinggalkan dengan sangat tegas
Kakiku lemas
Badanku lelah
Aku ambruk...
Marah, mual, sedih dan kesal..
Semua bercampur aduk
Namun..
Langkah tegas itu
Suara langkah itu
"Bisa tidak kamu berhenti menjadi sedih?!"
Teriakmu padaku..
Aku menengadah
Mukamu merah padam melihatku
Tatapan membunuh yang sangat aku kagumi
Tapi aku sama sekali tidak takut!
Melihat tatapan itu aku bangkit
Menatap balik sepasang mata yang angkuh itu
"Kamu bilang apa?"
Kataku setengah membentak
Entahlah mengapa aku menjadi setengah berteriak seperti ini
"Berhenti menjadi seseorang yang sedih! Memangnya kamu tidak lihat aku? Aku bahagia tanpamu, wanita bodoh! Dan aku senang tidak ada lagi kamu dihidup aku!"
Menohok..
Tepat pada sasaran..
Aku mundur beberapa langkah
"Karena kamu memang tidak pernah bahagia bersamaku, pria tolol! Bahagia saja! Bahagia tanpa aku kalau itu membuatmu puas!!"
Bentakku tak tahan..
Darah mengalir hebat sampai ke ubun-ubunku
Aku bisa merasakan suhu tubuhku berubah menjadi panas
Kamu tersenyum puas
Aku mendengus sebal melihatmu menang
Kamu mendekat, merengkuh wajahku hingga...
Kamu mencium keningku dengan lembut
"Terkadang kamu harus belajar membahagiakan dirimu sendiri. Lupakan saja kebahagiaan orang lain."
Aku tersenyum kecut tanpa berkata apapun
"Kamu harus bahagia."
Langkah tegas itu kembali pergi
Aku terdiam memikirkan perkataanmu
Otakku tiba-tiba tersendat
Ketika kamu sudah tidak tampak lagi
Barulah aku tertawa...
Bukan karena kamu lucu
Melainkan menertawakan diriku sendiri
"Aku memang bodoh ya? Sudah berapa lama aku tidak memperhatikan kebahagiaanku sendiri? Kamu saja sudah sangat bahagia tanpaku. Lalu aku harus sedih melihatmu bahagia tanpa aku? Aku memang bodoh."
Kataku pada diri sendiri..
Sejak saat itu pula
Aku makin sering melihatmu bahagia tanpa aku
Jujur saja, aku iri!
Aku memang bahagia
Tapi bahagia karena aku tak perlu cemas kau sedih
Aku bahagia karena aku melihatmu bahagia
Munafik..
Namun itu benar
Setidaknya kau membiarkan aku tak cemas
Kau membiarkan aku berjalan bahagia
Layaknya kamu yang bahagia tanpa aku
Seharusnya aku yang cemas pada diriku sendiri
Sampai-sampai...
Oh yaampun aku membiarkanmu mencemaskanku karena aku sedih
Aku benar-benar wanita bodoh!
Pekikku dalam hati
Jadi..
Aku tidak peduli kamu ingat aku atau tidak
Aku tidak peduli kamu mencemaskanku atau tidak
Bagiku adalah...
Aku harus terlihat bahagia!
Setidaknya itu yang kamu lihat...
Jadi kamu tak perlu berpikir aku mengganggumu dengan aku sedih
Benar bergitu kan?
Ya...
Aku harus bahagia
Bahagia layaknya kamu bahagia tanpa aku...

0 komentar:

Posting Komentar