Awan hitam
Mendung melanda
Gelap menyapa
Gemuruh demi gemuruh dinyanyikan oleh dewa langit
Menjatuhkan tiap tetes kecil air yang gemericik
Indah namun dingin
Indah namun gelap
Dan kau tau namanya apa?
Ya, hujan.
Tetes demi tetes jatuh dengan pasti
Tetes demi tetes jatuh secara perlahan
Membawa setiap kedinginan yang menusuk kalbu
Membawa setiap kegelapan yang membuatku takut
Apalagi suara gemuruh gemuruh yang datang silih berganti
Aku tidak benci hujan
Hanya saja, kalau boleh jujur
Hujan membawa sebuah kerinduan
Kerinduan dimana kamu mampu menjadi payungnya
Kerinduan dimana kamu mampu meneduhkanku
Ketika kita berdua saling menatap dalam hujan
Aku merindukan tatapan matamu yang menghangatkanku
Aku merindukan tatapan matamu yang menemaniku
Rambut basah dan dagu yang tegas
Kamu..
Indah ketika hujan datang
Lalu saat hujan itu berhenti
Akan selalu ada pelangi yang menggantikan kegelapan itu
Hujan yang dingin pekat
Akan digantikan oleh pelangi yang hangat dan terang
Namun kamu..
Kamu adalah hujan dan pelangi itu
Kamu adalah perpaduan yang komplit dari hujan itu
Ketika aku hanya sendiri menikmati hujan yang datang
Rindu itu memaksa masuk ke rongga hatiku
Rindu itu menguap bagaikan embun hujan itu
Kamu adalah hujan yang indah
Hujan yang sangat aku tunggu namun paling kubenci
Aku tunggu karena setiap tetes hujannya membawa kenangan akan kamu
Aku benci karena aku tersadar
Tanpa kamu disisiku
Hujan itu sangat menakutkan


0 komentar:
Posting Komentar