Malam menyapa gelap menampar
Aku terdiam lalu tangisku pecah
Dan...
Ketika aku kembali mengharapkanmu (lagi)
Itu artinya aku harus kembali hilang dalam bayang semumu
Kesunyian membunuh perlahan
Menemani hati yang pecah lalu hancur seketika
Tiap langkah aku tergopoh dalam jalan yang rusak
Menyeret kaki kecilku untuk menapak dengan angkuh
Tanpa adanya kamu...
Aku membawa rindu itu dengan ringkih
Menjadi butiran debu tanpa arti
Debu yang terkikis oleh angin dan terbang tinggi
Meninggalkan secercah harapan yang menangis akan rindu
Menjerat menusuk terlalu dalam hingga sulit terlepas
Tanpa arah dan lenyap ditelan sang waktu
Namun...
Aku tetap membisu melihat semua itu hilang
Aku tetap diam membeku melihat semua itu pergi
Tetapi...
Diam-diam gulir air mata itu jatuh perlahan
Membawa setiap tetes kesakitan yang menderu di hati
Hitam pekat tanpa warna
Gelap dingin tanpa cahaya
Tangis itu diam
Tangis itu sunyi
Dan aku pun masih bisa tersenyum merasakan itu semua
created by : Rahmanita Destiatanti dan Nadya Permata Indrasari


0 komentar:
Posting Komentar