Aku..
Aku berada di tengah keramaian kota
Aku..
Aku berada di tengah banyaknya orang
Aku..
Aku berada ditengah kesibukan manusia-manusia itu
Tatapan mata berbinar namun kosong
Tatapan mata menusuk namun lemah
Aku melihat
Aku mendengar
Aku merasakan
Semua orang melakukan aktivitasnya
Semua orang melakukan perannya
Namun aku..
Aku terlalu bingung
Aku terlalu gelisah
Mungkin ini yang namanya penemuan jati diri
Kakiku menapak
Mulutku berbicara
Tanganku meraba
Namun aku tetap tak merasakan apapun
Otakku tak berjalan
Hatiku tak merasakan
Semuanya...
Aku muak
Aku marah
Aku kesal
Tapi tetap saja aku heran aku ini kenapa
Semua berjalan seperti biasa
Cuma...
Hatiku entah tertuju pada apa
Hatiku entah mencari pada apa
Aku hanya berjalan dengan lambat
Berusaha merasakan jengkal tiap jengkal apapun yang aku lalui
Namun semua sama
Aku tidak menyerah
Aku tetap menyibukkan diriku
Aku tetap tertawa
Aku tetap menangis layaknya manusia biasa
Tapi itu makin membuatku marah
Itu makin membuatku muak
Ingin rasanya aku memaki diriku sendiri
Ingin rasanya aku menampar diriku sendiri
Namun itu hanya fisik
Aku tetap tak menemukan cara untuk mengobati hatiku sendiri
Semuanya hambar
Jujur aku tak merasakan apa-apa
Aku terlalu membenci semuanya
Namun aku mengerti
Aku tak boleh bermain dengan hatiku
Aku tak boleh terlalu dalam merasakannya
Mungkin saat ini
Hatiku marah karena aku terlalu berkhianat
Lubang hitam itu terlalu besar
Hatiku bahkan layaknya sampah yang selalu didaur ulang
Semua kehangatan itu hilang
Semuanya..
Aku lemah
Baru begini saja sudah mengeluh
Aku lemah
Baru begini saja aku sudah tidak kuat
Aku pengecut
Aku menghindari satiap penyimpangan di hatiku
Aku menghindari setiap raungan di hatiku
Aku hanya berjalan sesuai jalurnya
Aku hanya berjalan sesuai mana yang ditempatkan
Keegoisanku menang kali ini
Dan mungkin...
Hatiku menangis karena sudah tidak didengar


0 komentar:
Posting Komentar