Buscar

Little Author

pelangi dengan tujuh sahabat (part 14)


Kepulangan…

                Waktu habis…
Aku dan Edward akan pulang ke Indonesia weekend ini… Aku akan pulang ke Tanah Air tercinta-ku… Yipiee.. I come Indonesian… I come back… Tapi aku pasti kangen dengan London--banyak yang udah aku dapetin disana. Pengalaman, asam dan manisnya hidup, pergaulan.. whatever but I’m very happy…
                Pesawat akan lepas landas jam tujuh waktu London.. Dan aku gak sabar akan pulang kembali. Melihat Mama dan Papaku, kembali ke klinik, bermain dengan Adik-ku. Dan yang paling penting ngumpul bareng dengan Anak Pelangi. Edward juga akan ambil cuti selama dua bulan agar bisa menjagaku. Aku udah gak sabar sampai sana, kangen-kangenan dengan mereka.

                Yes… Aku menginjakkan kakiku lagi di Indonesia. Senang rasanya balik lagi, kayak pulang kampung rasanya. Aku sampai pagi hari karena aku berangkat siang hari di London otomatis kebalikannya di Indonesia. Tapi karena kami sampai pagi hari aku tak mau sampai membangunkan orang tuaku, makanya kami memutuskan untuk menginap di hotel terlebih dahulu sampai siang nanti karena Edward bergadang untuk menjagaku makanya di hotel pagi ini Edward seperti balas dendam padaku. Dia tidur sangat pulas sampai pukul 12.00 siang. Aku menghabiskan pagiku dengan sarapan di café hotel dan berenang. Mmm… udah lama aku gak berenang, segernya… Sesampainya aku di kamar, Edward sudah bangun dan siap untuk membereskan barang-barang. Kami check out dan pulang ke rumah. Karena aku mempersilahkan Edward menginap sampai dua bulan di rumahku, yah… sebagai ucapan terima kasih karena lima tahun terakhir aku hidup dengannya karena kost-kostan dia di daerah Kuningan udah pada penuh. Kami tiba di rumah jam 14.00 siang, kami berdua disambut meriah oleh orang tuaku bak orang yang habis bulan madu sangat lama. Bahkan Adik-ku sampai tak mengenaliku, untung saja Mama mengizinkan Edward menginap di rumah sampai dia balik lagi ke London. Aku tak berniat kemana-mana seharian ini, mungkin karena kelelahan. Anak Pelangi pun tak ada yang mengunjungiku apa karena belum tahu ya? (hehe, karena aku memang belum memberitahu mereka)
        “Nak, besok kau datang ke kawinan temen Mama ya.” kata Mama suatu malam,
        “Kenapa harus aku?” tanyaku heran,
        “Mama gak bisa dateng, ada kawinan juga. Kamu ngewakilin Mama dateng kesana soalnya dia temen SMA Mama, kamu dateng sama Edward saja. Mau ya.” Mama memohon padaku…
        “Iya deh,”
Jadilah aku dan Edward pergi ke kawinan besok.

                Kawinan di adakan di Malia, Bandung. Temanya memang pool party, makanya aku sengaja memakai gaun mini warna hitam berlengan pendek dan sengaja memakai sarung tangan walau pun make-up masih terkesan natural tapi dengan perpaduan riasan mata smokey eyes dan rambut ikal lurus kebawah membuatku berdecak kagum dengan penampilanku sendiri. Edward tak kalah luar biasa tampan dengan stelan jas serba hitam dan dasi sutera merah dan kemeja hitam di dalamnya membuatku terperangah melihatnya. Edward tersenyum padaku setelah aku turun dari tangga dan kami siap pergi ke Bandung. Sesampainya di Malia kami langsung menuju ke podium untuk memberi selamat dan mengucapkan permohonan maaf karena mamaku tak datang. Teman Mamaku namanya Mbak Sandra dia begitu cantik dengan riasan ala Sundanya, karena aku juga dulu mengenalnya Mbak Sandra pun tak kalah kaget setelah melihat aku dan Edward seperti pasangan kekasih. Oh, ya. Aku juga ketemu teman lamaku, namanya Chris. Dia baru pulang dari Oklohoma. Dia juga mengatakan aku tampak berbeda (apa sih yang membuatku tampak berbeda), dia juga mengatakan kalau kami sangat serasi (maksudnya aku dan Edward). Untung dia sudah menikah (tak ada gebetan lagi dong, hehe…) Karena suasana sangat romantis, jadi kami berdua berusaha berkeliling Malia. Dan sampailah kami di tempat yang cukup sunyi dengan aku duduk di ayunan pinggir kolam, Edward mengikutiku duduk di sana. Sempat jeda begitu lama sih, tapi jujur deh. Aku merasa canggung berduaan dengan Edward disana. Aneh juga rasanya, bahkan aku merasakan suatu percikan yang membuatku menghilangkan keluh kesah selama ini. Karena sudah larut malam kami pun pergi kembali ke Jakarta.

0 komentar:

Posting Komentar